Sejarah Kota Singkawang

27/12/2009

Penamaan kota ini muncul pada beberapa versi dari bahasa, dalam versi Melayu dikatakan bahwa nama Singkawang diambil berdasarkan nama tumbuhan ‘Tengkawang’ yg terdapat diwilayah hutan tropis. Menurut versi bahasa Cina, Singkawang berasal menurut kosa kata ‘San Kew Jong’ yg secara harfiah berarti Gunung Mulut Lautan, maksudnya suatu loka yg terletak dikaki gunung menghadap ke bahari.

Dari beberapa catatan sejarah Singkawang mulai dikenal sang orang Eropadari tahun 1834 yang tercantum pada buku tulisan George Windsor Earl berjudul “The Eastern Seas” yg menyebut nama kota ini menggunakan kata ‘SINKAWAN’. Pada masa itu Singkawang lebih dikenal sebagai wilayah koloni Cina dimasa kongsi-kongsi penambang emas berkuasa menggunakan Monterado menjadi sentra kekuasaan para penambang tadi (dalam goresan pena sejarah tadi nama seorang bernama Kung She yang dipercaya mempunyai pengaruh).

Catatan lainnya juga didapat berdasarkan salahsatu tulisan G.F De Bruijn yang termuat dalam De Volken Van Nederlandsch Indie (1920) berjudul “De Maleiers” yg terjemahannya berbunyi : “……….beberapa puluh mil disebelah selatan kerajaan (Sambas,pen) dibangun sebuah kota yang dimaksud sebagai kota pemerintahan (Belanda)”.

Singkawang Bagian dari Sebuah Kerajaan

Pada masa lalu Singkawang adalah bagian dari Kerajaan Sambas namun pusat kekuasaannya dan sentra aktivitas belum sampai menjamah Singkawang, hal ini disebabkan masih dominannya kuasa ekonomi ditangan kongsi-kongsi Monterado. Sebaliknya kekuasaan raja-raja Sambas masih sanggup mengatasi banyak sekali pemberontakan termasuk donasi yang diberikan Kompeni Belanda menggunakan mengirimkan Overste Zorg, tetapi menggunakan berbagai peristiwa itu Kerajaan Sambas merasa belum perlu memanfaatkan Singkawang terutama pelabuhannya lantaran Sambas sendiri memiliki pelabuhan yang cukup baik & memenuhi kondisi dalam masa itu.

Seiring kekuasaan yg masih dipegang penuh sang Kerajaan Sambas, Belanda jua mulai melirik daerah-wilayah diluar Jawa termasuk Singkawang, maka dalam tahun 1891 segera dibuka jalur pelayaran pantai terutama yagn berdekatan menggunakan Singapura yg saat itu adalah poort (gerbang) keluar masuknya kapal-kapal terutama sehabis dibukanya teruzan Suez & pada Sinkawang dibangun pelabuhan lengkap menggunakan cabang (agent) KPM (Konijnlijk Peketvaart Maatschappij), demikian jua pendukung modal asing (Belanda) yg diberikan kesempatan beroperasi, yakni Perusahaan Listrik ANIEM (Algemene Nederlands Indiesche Elecktriesche Maatschaappij). Belanda juga membangun jalan-jalan darat ditahun 1912, meliputi jalur Pemangkat, Singkawang, Bengkayang yang dikenal menggunakan Pendareng.

Sebuah peraturan Pemerintah Hindia Belanda yg termuat pada Staatsblad tahun 1938 nomor352 yg dekeluarkan sang Gubernur Jendral Hidia Belanda yg mengatur bahwa Borneo ditetapkan sebagai daerah administratif menggunakan ibukota terletak di Banjarmasin. Wilayah administratif Borneo (Kalimantan) ini dibagi pada 2 keresidenan yaitu Kersidenan Borneo bagian Selatan & Timur. Residensi Kalimantan bagian Barat dengan Ibukota Pontianak.

Pada waktu itu Singkawang merupakan sebuah kewedanaan disamping kewedanaan Pemangkat dan Bengkayang.

Beberapa catatan sejarah tentang usaha wargaSingkawang pada masa ini diantaranya

– Pernah sebagai pos terdepan pada melawan gerakan PGRS/Paraku;

– Perlawanan terhadap G.30.S/PKI

Kota Singkawang berada pada sebelah utara garis khatulistiwa.

Batas-batas daerah kota ini merupakan sebagai berikut:– sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sambas– sebelah timur berbatasan menggunakan Kabupaten Bengkayang– sebelah selatan berbatasan menggunakan Kabupaten Bengkayang– sebelah barat berbatasan dengan Laut Natuna

Luas holistik kota Singkawang adalah 694,06 km2.

Topografi. Kota ini dikelilingi Gunung Pasi, Gunung Sakok, Gunung Poteng & Laut Natuna

www.tourism-pastikesingkawang.com

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar