Sejarah Dari Usul Berdirinya Kota Singkawang Kalimantan Barat

Kota Singkawang merupakan sebuah kota yg berada di Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, dan dilingkupi sang pegunungan Pasi, Poteng, & Sakok. Nama Singkawang berasal menurut bahasa Hakka, San khew jong yg mengacu pada sebuah kota pada bukit dekat laut dan estuari.

Kota Singkawang juga merupakan kota terbesar ke 2 di Kalimantan Barat selesainya Pontianak, kota ini sebagai tujuan utama pariwisata di Bumi Khatulistiwa. Kota yang berjarak 145 Km menurut kota Pontianak terkenal dengan keindahan alam, budaya, serta masakan yang sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Amoy ini. Perpaduan budaya Tionghoa, Dayak dan Melayu membuahkan kota Singkawang yang harmonis.

Singkawang populer menjadi kota perdagangan terbesar ke 2 pada Kalimantan Barat sesudah Kota Pontianak. Letaknya di pantai barat sangat strategis, yakni berada pada antara kabupaten Sambas & Bengkayang, sangat menguntungkan Singkawang pada mengembangkan wilayahnya sebagai sentra bisnis & pemasaran produk dari dan ke wilayah di sekitarnya.

AWAL MULA KOTA SINGKAWANG

Awalnya Singkawang merupakan sebuah desa bagian menurut wilayah kesultanan Sambas, Desa Singkawang menjadi loka singgah para pedagang dan penambang emas dari Monterado. Para penambang & pedagang yg kebanyakan asal menurut negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat pada Singkawang, sedangkan para penambang emas pada Monterado yang telah usang acapkali beristirahat pada Singkawang buat melepas kepenatannya dan Singkawang juga menjadi loka transit pengangkutan output tambang emas (serbuk emas).

Waktu itu, mereka (orang Tionghoa) menyebut Singkawang dengan kata San Keuw Jong (Bahasa Hakka), mereka berasumsi menurut sisi geografis bahwa Singkawang yang berbatasan pribadi dengan bahari Natuna dan terdapat pengunungan & sungai, dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai sampai ke muara laut. Melihat perkembangan Singkawang yang dinilai sang mereka yg relatif menjanjikan, sebagai akibatnya antara penambang tersebut beralih profesi ada yg sebagai petani & pedagang di Singkawang yang dalam akhirnya para penambang tadi tinggal dan menetap pada Singkawang.

Menjadi Kota Administratif

Kota Singkawang semula adalah bagian dan ibukota dari daerah Kabupaten Sambas (UU Nomor 27 Tahun 1959) menggunakan status Kecamatan Singkawang & dalam tahun 1981 kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Tahun 1981).

Tujuan pembentukan Kota Administratif Singkawang merupakan buat menaikkan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan secara berhasil guna dan berdaya guna dan merupakan sarana primer bagi pelatihan wilayah serta merupakan unsur pendorong yg bertenaga bagi usaha peningkatan laju pembangunan. Selain sentra pemerintahan Kota Administratif Singkawang ibukota Sambas pula berkedudukan di Kota Singkawang.

Kota Singkawang pernah diusulkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas sebagai tiga (tiga) daerah otonom. Namun Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang nir langsung direalisir oleh Pemerintah Pusat. Saat itu melalui UU Nomor 10 Tahun 1999, hanya pemekaran Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang menurut Kabupaten Sambas yg disetujui, sehingga daerah Kota Administratif Singkawang menjadi bagian menurut Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang, sekaligus menetapkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas beribukota pada Sambas.

Kondisi tersebut tidaklah membuat surut wargaSingkawang buat memperjuangkan Singkawang sebagai wilayah otonom, aspirasi masyarakat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas & elemen masyarakat seperti: KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, para RT serta organisasi lainnya.

Melewati jalan panjang melalui penelitian dan pengkajian yg terus dilakukan sang Gubernur Kalimantan Barat juga Tim Pemekaran Kabupaten Sambas yg dibuat menggunakan Surat Keputusan Bersama antara Bupati Sambas dan Bupati Bengkayang No. 257 Tahun 1999 & No. 1a Tahun 1999, tanggal 28 September 1999, dan pengkajian menurut Tim CRAIS, Badan Pertimbangan Otonomi Daerah.

Akhirnya Singkawang ditetapkan menjadi wilayah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 mengenai Pembentukan Kota Singkawang, dan diresmikan dalam tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta sang Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah atas nama Presiden Republik Indonesia.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar