Model Narrative Text Legenda: Story Of Sura And Baya

Salah satu contoh narrative text bahasa Inggris yang umum dipelajari adalah cerita legenda (legend). Pengertian legenda dibedakan dengan mitos (myth). Berikut merupakan cerita legenda sura & baya yg menjadi cikal bakal nama kota Surabaya.

Legenda biasanya diartikan menjadi cerita rakyat yang terpelihara secara turun temurun & kebenaran berdasarkan cerita tadi belum teruji. Umunya cerita legenda itu berkaitan menggunakan dari usul suatu daerah, misal legenda kota surabaya, legeda danau toba, & legenda gunung Tangkuban Perahu. Sementara mitos adalah cerita masyarakat yg disampaikan dari generasi ke generasi berikutnya & umumnya berkeenaan menggunakan cerita tuhan-tuhan.

Most stories are narrative but not all stories are narrative texts. So how can we identify a narrative text aliran? Simply, if  a story consists of ORIENTATION, COMPLICATION, and RESOLUTION, surely the story is a narrative text. Now how are those tiga elements applied in a story of narrative text? Let’s see the following example of narrative text in a legend story!

Legenda ikan Sura dan dan Buaya menjadi model narrative text bahasa Inggris

A long time ago, there were two animals, Sura and Baya. Sura was the name of a shark and Baya was a crocodile. They lived in a sea.Once Sura and Baya were looking for some food. Suddenly, Baya saw a goat. “Yummy, this is my lunch,” said Baya.“No way! This is my lunch. You are greedy” said Sura. Then they fought for the goat. After several hours, they were very tired.Feeling tired of fighting, they lived in the different places. Sura lived in the water and Baya lived in the land. The border was the beach, so they would never fight again.One day, Sura went to the land and looked for some food in the river. He was very hungry and there was not much food in the sea. Baya was very angry when he knew that Sura broke the promise.They fought again. They both hit each other. Sura bit Baya’s tail. Baya did the same thing to Sura. He bit Sura very hard. Sura finally gave up and went back to the sea. Baya was happy.

Arti Cerita the Legend of Sura and BayaDahulu sekali, ada dua binatang, yaitu Sura & Baya. Sura merupakan nama seekor hiu dan Baya adalah seekor buaya. Mereka tinggal pada sebuah bahari.Suatu saat Sura Baya & sedang mencari kuliner. Tiba-datang, Baya melihat seekor kambing. “Yummy, ini adalah makan siangku,” kata Baya.“Tidak! Ini merupakan jatah makan siangku. Kamu serakah” kata Sura. Kemudian mereka berebut buat mendapatkan kambing itu. Setelah beberapa jam berkelahai, mereka merasa sangat lelah.Karena merasa lelah bertarung, mereka bersepakan buat tinggal pada tempat yg tidak sinkron. Surah sang ikan hiu hidup di air & Baya si buaya menentukan tinggal pada daratan. Pembatasnya merupakan pantai. Dengan begitu mereka tidak akan bertengkar lagi.Suatu hari, Sura si ikan hiu pulang ke daratan & mencari beberapa kuliner pada sungai. Dia sangat lapar karean nir poly lagi makanan di laut. Baya si buaya tentu saja sangat marah ketika memahami bahwa Sura si ikan hiu nir menepati janjinya.Mereka berkelahi lagi. Mereka berdua saling memukul. Sura menggigit ekor Baya sedangkan Baya melakukan hal yg sama kepada Sura. Ia menggigit sangat keras hingga Sura akhirnya menyerah dan pulang ke laut. Baya si buayapun merasa bahagia.

Generic Structure Cerita The Legend of Sura and BayaSeperti disampaiakan diatas, bahwa seluruh cerita pada teks narrative wajibmemenuhi 3 unsur generic structure. Inilah inti pelajaran narrative text terutama pada skill reading & writing. Sekarang kita liahat bagaimana 3 unsur structure itu dipakai dalam cerita legenda mengenai kota Surabaya diatas1. Orientation: Pengenalan cerita umumnya bersisi siapa pelakau cerita, loka terjadinya cerita & kapan cerita itu terjadi.A long time ago, there were two animals, Sura and Baya.2. Complication: Inilah hal primer yang sine qua non dalam semua cerita yg masuk kategori teks narrative bahasa Inggris. Complication adalah kontradiksi antar para pelaku cerita.Then they fought for the goat.Baya was very angry when he knew that Sura broke the promise.3. Resolution: Semua cerita harus diakahiri pertentangannya. Dari sudut pelaku utama, resolution ini bisa berbentu happy ending pun pula sad ending.Sura finally gave up and went back to the sea. Baya was happy.Itulah model narrative text legenda mengenai kota Surabaya pada bahasa Inggris. cerita ‘the legend of sura and baya” ini begitu terkenal di daerah Jawa Timur. Hampis seluruh msyarakat Surabaya & sekitaranya pernah mendengar cerita sura dan baya ini. Sekian semoga menambah wawasan kita.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar