Kota Singkawang - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Kota Singkawang山口洋市كوتا سيڠ كوانڠ

Vihara Tri Dharma Bumi Raya pada malam hari

Kota Seribu Wihara[1]Motto: 

Bersatu Untuk Maju, Singkawang Berkualitas

Kota Singkawang山口洋市كوتا سيڠ كوانڠ

Kota Singkawang山口洋市كوتا سيڠ كوانڠ

Kota Singkawang山口洋市كوتا سيڠ كوانڠ (Indonesia)Koordinat: 0°54′00″N 108°59′00″E / 0.9°N 108.9833°ENegara IndonesiaProvinsiKalimantan BaratTanggal berdiri17 Oktober 2001 20 tahun laluDasar hukumUU RI Nomor 12 Tahun 2001Jumlah satuan pemerintahan

DaftarKecamatan: 5 kecamatanKelurahan: 26 kelurahan • Wali kotaTjhai Chui Mie, S.E • Wakil WalikotaDrs. H. Irwan, M.Si • Total504,00 km2 (194,60 sq mi) • Total239.260 • Kepadatan475/km2 (1,230/sq mi) • AgamaIslam 53,80% Buddha 29,69% Kristen 13,18%- Katolik 7,97%- Protestan lima,21% Konghucu2,68% Hindu 0,02% Lainnya 0,61%[4] • BahasaIndonesia,Melayu, Singkawang , Tionghoa, Hakka, Dayak, Jawa, Madura • IPM 71,94 (2020) Tinggi[lima]Zona waktuUTC+07:00 (WIB)Kode area telepon+62 562 [6]Pelat kendaraanKB xxxx C*Kode Kemendagri61.72 APBDRp 918.979.778,415[7](2018)DAURp 523.133.242.000,- (2020)[8]Semboyan daerahBumi Bertuah Gayung BersambutSitus webwww.singkawangkota.go.id

Kota Singkawang atau San Khew Jong (Hanzi: 山口洋; Hanyu Pinyin: Shānkǒu Yáng; Melayu Jawi: كوتا سيڠ كوانڠ) adalah sebuah kota (kotamadya) yang berada pada provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini terletak kurang lebih 145 km sebelah Utara berdasarkan Kota Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi sang pegunungan Pasi, Poteng, & Sakok. Nama Singkawang asal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu dalam sebuah kota di bukit dekat bahari dan estuari.

Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kota Singkawang sebesar 239.260 jiwa, dan galat satu kota yg penduduknya sangat multietnis dan kepercayaanpada Indonesia. Tahun 2020, Singkawang menempati urutan ke-2 sebagai Kota Toleransi pada Indonesia sesudah Kota Salatiga di sunting asal]Asal Usul Singkawang[sunting asal]

Awalnya Singkawang adalah sebuah desa bagian berdasarkan wilayah kesultanan Sambas, Desa Singkawang sebagai tempat singgah para pedagang & penambang emas menurut Monterado. Para penambang & pedagang yg kebanyakan dari dari negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat pada Singkawang, sedangkan para penambang emas di Monterado yg sudah usang sering beristirahat pada Singkawang buat melepas kepenatannya dan Singkawang juga sebagai tempat transit pengangkutan output tambang emas (serbuk emas).

Pada masa itu, mereka (orang Tionghoa) menyebut Singkawang dengan istilah San Keuw Jong (Bahasa Hakka), mereka berasumsi dari sisi geografis bahwa Singkawang yang berbatasan eksklusif menggunakan bahari Natuna dan masih ada pengunungan dan sungai, dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai sampai ke muara laut. Melihat perkembangan Singkawang yang dinilai sang mereka yg relatif menjanjikan, sehingga antara penambang tadi beralih profesi terdapat yang menjadi petani dan pedagang di Singkawang yg dalam akhirnya para penambang tersebut tinggal & menetap pada Singkawang.Pembentukan Kota Administratif Singkawang[sunting asal]

Kota Singkawang semula adalah bagian dan makkota berdasarkan daerah Kabupaten Sambas (UU Nomor 27 Tahun 1959) menggunakan status Kecamatan Singkawang dan pada tahun 1981 kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Tahun 1981). Tujuan pembentukan Kota Administratif Singkawang adalah buat menaikkan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan secara berhasil guna & berdaya guna & adalah wahana utama bagi training daerah serta merupakan unsur pendorong yang bertenaga bagi usaha peningkatan laju pembangunan. Selain sentra pemerintahan Kota Administratif Singkawang ibu kota Sambas juga berkedudukan di Kota Singkawang.Pembentukan Pemerintah Kota sunting sumber]

Kota Singkawang pernah diusulkan sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas sebagai tiga (tiga) wilayah otonom. Namun Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang tidak langsung direalisir sang Pemerintah Pusat. Saat itu melalui UU Nomor 10 Tahun 1999, hanya pemekaran Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang dari Kabupaten Sambas yg disetujui, sebagai akibatnya daerah Kota Administratif Singkawang sebagai bagian menurut Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang, sekaligus tetapkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas beribu kota pada Sambas.

Kondisi tersebut tidaklah menciptakan surut masyarakat Singkawang buat memperjuangkan Singkawang menjadi daerah otonom, aspirasi rakyat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas & elemen masyarakat misalnya: KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, para RT serta organisasi lainnya. Melewati jalan panjang melalui penelitian dan pengkajian yang terus dilakukan sang Gubernur Kalimantan Barat maupun Tim Pemekaran Kabupaten Sambas yang dibuat dengan Surat Keputusan Bersama antara Bupati Sambas dan Bupati Bengkayang No. 257 Tahun 1999 & No. 1a Tahun 1999, lepas 28 September 1999, dan pengkajian menurut Tim CRAIS, Badan Pertimbangan Otonomi Daerah. Akhirnya Singkawang ditetapkan menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang, & diresmikan pada lepas 17 Oktober 2001 di Jakarta sang Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah atas nama Presiden Republik Indonesia.Geografi[sunting asal]

Dengan luas daerah 504 km², Singkawang terletak di daerah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°44’55,85” - 1°01’21,51"LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT.Batas Wilayah[sunting asal]

Batas-batas wilayah Kota Singkawang adalah:Pemerintahan[sunting asal sunting asal]Dewan Perwakilan[sunting sumber]

Berikut ini merupakan komposisi anggota DPRD Kota Singkawang pada dua sunting sumber]

Kota Singkawang terdiri berdasarkan 5 kecamatan dan 26 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 232.993 jiwa dengan luas daerah 504,00 km² & sebaran penduduk 462 jiwa/km².[12][13] Kota Singkawang memperoleh status kota menurut UU No. 12/2001, lepas 21 Juni 2001. Berdasarkan Perda Kota Singkawang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Perubahan desa menjadi Kelurahan pada Kota Singkawang dan Peraturan Daerah Nomor dua Tahun 2003 mengenai Pembentukan & Perubahan Nama Kecamatan di Kota Singkawang sinkron menggunakan ketentuan tersebut di atas, masih ada lima (5) kecamatan dan 26 (dua puluh enam) kelurahan.

Daftar kecamatan dan kelurahan pada Kota Singkawang, adalah menjadi berikut:Penduduk[sunting asal]

Masjid Raya Kota Singkawang pada malam hari

Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kota Singkawang

Kota Singkawang adalah keliru satu pecinan di Indonesia lantaran dominan penduduknya merupakan keturunan Tionghoa (Hakka & Tio Ciu), dengan persentase lebih kurang 40% dan selebihnya adalah orang Melayu Singkawang ( Suku Sambas)(30%), Dayak (10%), Jawa (10%), Madura (5%) & pendatang lainnya. Populasi penduduknya terus mengalami peningkatan setiap tahun dengan laju pertumbuhan penduduk dalam tahun 2006 adalah lima,6 persen. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan & Catatan Sipil Kota Singkawang dalam tahun 2011, tercatat jumlah penduduk sebesar sunting asal]

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar