Inilah 10 Mitos & Warta Mengenai Hipnosis – Surabaya Mind Management

Beberapa pandangan yang salahtentan hipnosis yang tersebar di masayarakat antara ilain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis merupakan dominasi pikiran, hipnosi adalah ilmu sesat yg menggunakan makhluk halus, hipnosis adalah tidur, bahkan ada yg menyamakan dengan gendam.

Sebenarnya tidaklah demikian. Hipnosis merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yg terus berkembang. Di Amerika hipnosis diajarkan secara resmi diberbagai universitas terkemuka.

Pemahaman yg yg sahih mutak diperlukan buat bisa mempraktikkan hipnosis. Setelah kita menguasai dasar hipnosis, kita bisa menilik penggunaan hipnosis buat terapi, pertunjukan, mengurangi rasa sakit dan mengendalikan rasa sakit, menggali berita pikiran bawah sadar, memprogram ulang pikiran, meningkatkan kecepatan proses pembelajaran, & lain sebagainya..

Baiklah buat pemahaman awal mengenai hipnosis yuk kita bahas mitos dan kabar tersebut.

Mitos Pertama: Hipnosis itu sesat karena berhubungan dengan kuasa gelap, mistik dan klenik, sang karena itu berbahaya, dosa dan wajibdihindari.

Fakta: Hipnosis itu tidak terdapat hubungannya dengan mistik atau klenik, melainkan adalah ilmu pengetahuan yg ilmiah yang berkembang sejak usang, dan merupakan metode terapi yang sudah terbukti efektifitasnya.

Hipnosis pertama kali dikembangkan secara ilmiah semenjak abad ke 17 oleh seorang dokter pada Wina yang bernama dr. Frans Anton Mesmer, lalu dikembangkan lebih lanjut sang dokter-dokter pada Eropa waktu itu.

Ilmu hipnosis merupakan ilmu pengetahuan yg dikembangkan secara ilmiah, menjadi hasil pengamatan terhadap kenyataan alamiah yg terjadi sehari-hari.

Contoh fenomena hipnosis dalam kehidupan sehari-hari contohnya: kita merasa tegang waktu menonton film action yang seru, tertawa terbahak-bahak ketika filmnya lucu, ikut menangis waktu nonton film sedih. Fenomena lainnya bisa anda lihat berdasarkan aktifitas mengemudi, berangan-angan, menidurkan anak, & sebagainya.

Mitos Kedua : Hipnosis tak jarang dipakai pada kriminalitas oleh karenanya harus dilarang & tidak boleh dipelajari.

Fakta : Hipnosis kedudukannya sama menggunakan ilmu lainnya, sanggup dimanfaatkan buat hal-hal yg positif, maupun yang negatif.

Seperti ilmu beladiri bisa dimanfaatkan buat kesehatan & beladiri, atau buat mencelakakan orang lain. Jadi tergantung oknum yang memakai, ilmunya nir perkara.

Mitos Ketiga : Ketika seorang berada dalam kondisi terhipnosis, maka orang tadi akan kehilangan kesadarannya sebagai akibatnya berada dikontrol oleh hipnotis.

Fakta : Ketika seseorang klien berada pada syarat trance hypnosis, beliau masih sadar, mendengar suara sekelilingnya.

Umumnya dalam syarat terhipnosis, seseorang klien ,  memiliki lebih poly kontrol atas pikiran, emosi dan bahkan mampu mensugesti fungsi tubuhnya misalnya: memperlambat pernafasan dan detak jantung, mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menaikkan atau memperlambat metabolisme, meningkatkan kecepatan penyembuhan luka, mengontrol stres, rasa takut, fobia, & depresi.

Fakta Keempat : Orang yang dihipnosis kadang nir bisa dibangunkan balik .

Fakta : Kondisi hipnosis nir sama dengan tidur.

Dalam kondisi hipnosis, seseorang klien masih sadar dan mendengar suara. Bedanya pada kondisi hipnosis klien dalam syarat yg sangat rileks dan nyaman sekali. Sehingga klen cenderung malas berfikir, mengabaikan lingkungan lebih kurang, dan fokus dalam apa yang diucapakan sang oleh penghipnosis (hipnotis).

Seandainya seorang klien ditinggal dalam kondisi terhipnosis, umumnya akan bangun secara otomatis waktu menyamai jam alamiah saat tidur.

Mitos Kelima : Wanita lebih gampang dihipnosis dan orang yang mudah dihipnosis merupakan orang yg lemah secara mental.

Fakta : Proses hipnosis bukanlah konflik mental, melainkan sebuah proses yg membutuhkan kerjasama dan komunikasi antara oleh penghipnosis dan klien

Masing-masing individu mempunyai respon yg tidak selaras terhadap sugesti yang diberikan, & respon yg tidak sama itu tidak tergantung pada jenis kelamin.

Klien yg gampang terhipnosis umumnya orang lebih memiliki daya khayalan & konsentrasi. Misalnya, artis, seniman, orang biasa meditasi, biasa latihan tenaga pada,  atlet profesional & sebagainya.

Mitos Keenam : Hipnosis hanya buat orang yg mengalami gangguan mental saja.

Fakta : Awalnya hipnosis digunakan buat mengatasi masalah psikosomatis (kasus pikiran), sekarang hipnosis telah berkembang di banyak sekali bidang.

Penggunaan hipnosis sekarang semakin luas contohnya buat menggali dan mengembangkan potensi diri, belajar cepat, menghilangkan norma buruk, buat menaikkan prestasi olah raga, bisnis, komunikasi & persuasi.

Mitos Ketujuh : Dibutuhkan kharisma & kesaktian eksklusif buat menghinosis dengan efektif.

Fakta : Hipnosis merupakan sebuah ketrampilan berkomunikasi, tentunya mampu dipelajari sang siapa saja.

Seorang penghipnosis/hipnoterapis hanya bertindak menjadi fasilitator yang membimbing klien untuk melakukan Self Hypnosis dengan efektif.

Mitos Kedelapan : Untuk belajar hipnosis dibutuhkan talenta spesifik.

Fakta : Ilmu Hipnosis telah dikembangkan secara ilmiah, sebagai akibatnya setiap orang bisa menilik & menguasainya seperti menilik ilmu pengetahuan lainnya.

Mitos Kesembilan :  Untuk menanamkan sebuah sugesti, seseorang wajibdibentuk tidur terlebih dahulu.

Fakta :  Kondisi hipnosis nir sama menggunakan tidur. Melainkan sebuah perubahan kesadaran yg terjadi saat klien mulai rileks.

Klien diminta buat menutup mata hanya agar lebih fokus & mudah merilekskan pikiranya.

Bahkan pada Conversational  Hypnosis klien tidak perlu menutup mata, klien hanya diajak bercakap saja..

Mitos Kesepuluh : Hipnosis tidiak dianjurkan buat orang yang belajar meditasi karena sifatnya yang bertentangan.

Fakta : Teknik hipnosis termasuk galat satu jenis meditasi yang fleksibel & nisbi cepat menaruh hasil. Lantaran saat Somnambulisme atau Deep Trance, klien dibimbing buat mengosongkan pikiran. Dalam kondisi Ultra Height klien dibimbing buat mencapai kesadaran yg lebih tinggi.

Akhirnya kita dapat simpulkan. Hipnosis dianalogikan sebagai sebuah kaca pembesar atau faktor kali yang bisa dimanfaatkan dalam bidang apapun, lantaran sifatnya yang sanggup meng akselerasi sebuah proses & mebuatnya jauh lebih efektif.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar