Dongeng/asal Usul Kota Surabaya - Wikibuku Bahasa Indonesia

Dahulu, dilautan luas tak jarang terjadi perkelahian antara Ikan Hiu Sura dengan Buaya Baya.Mereka berkelahi hanya lantaran berebut mangsa. Keduanya sama-sama bertenaga, sama-sama tangkas,sama-sama cerdik, sama-sama ganas dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah terdapat yang menang atau pun yg kalah. akhirnya mereka mengadakankesepakatan masyarakat"Aku bosan terus-menerus berkelahi, Baya," istilah Sura."Aku pula, Sura. Apa yang wajibkita lakukan supaya kita nir lagi berkelahi?" tanya BayaSura sudah punya planning buat menghentikan perkelahiannya menggunakan Baya segera memberitahuakn."Untuk mencegah perkelahian di antara kita, usahakan kita membagi daerah kekuasaan sebagai dua. Aku berkuasa sepenuhnya pada dalam air dan wajibmencari mangsa pada pada air, sedangkan engkaubarkuasa pada daratan & mangsamu wajibyg berada pada daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu loka yang dicapai sang air bahari dalam ketika pasang surut!" Kata Sura."Baik aku setujui gagasanmu itu!" kataBaya.

Dengan adanya pembagian daerah kekuasaan, maka tidak ada lagi perkelahian antara Sura dan Baya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati daerah masing-masing.

Tetapi pada suatu hari, Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi supaya Baya tidak mengetahui.Mula-mula hal ini memang nir ketahuan. Namun pada suatu hari Baya memergoki perbuatan Sura ini. Tentu saja Baya sangat murkamelihat Sura melanggar janjinya."Hai Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang sudah kita sepakati berdua? Mengapa engkauberani memasuki sungai yg adalah daerah kekuasaanku?" tanya Baya.

Sura yg merasa tidak bersalah hening-damai saja."Aku melanggar kesepakatan ? Bukankah sungai ini berair.Bukankah saya telah bilang, bahwa gw merupakan penguasa pada air?

Nah, sungai ini 'kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku, " Kata Sura."Apa? Sungai itu 'kan tempatnya pada darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah darerah kekuasaanku!" Baya ngotot."Tidak mampu. Aku 'kan nir pernah bilang jika di air itu hanya air laut, namun jua air sungai" jawab Sura?"Kau sengaja mencari gara-gara,Sura?""Tidak! kukira alasanku relatif kuat dan gw memang dipihak yg benar!" kata Sura."Kau sengaja mengakaliku.Aku tidak sebodoh yang kau kira!" kata Baya mulai murka ."Aku tidak perduli kau kurang pandai atau pintar, yang penting air sungai dan air laut merupakan kekuasaanku!" Sura tak mau kalah.

Karena tidak terdapat yang mau mengalah, maka pertempuran sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya baya terjadi lagi.Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam saat sekejap, air disekitarnya sebagai merah oleh darah yg keluar berdasarkan luka-luka ke 2 hewan tadi. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali.

Dalam pertarungan dahsyat ini, Baya mendapat gigitan Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membengkok kekiri. Sementara Sura juga tergigit ekornya sampai hampir putus, laluSura pulang ke lautan. Baya puas sudah dapat mempertahankan daerahnya.

Pertarungan antara ikan Hiu yg bernama Sura & Buaya bernama baya ini sangat berkesan di hati wargaSurabaya. Oleh karena itu,nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan insiden ini.Dari peritiwa inilah lalu dibuat lambang Kota Surabaya yaitu gambar "ikan hiu sura dan buaya baya".

Namun terdapat juga sebahagian beropini, berasal usul Surabaya baerasal dari istilah Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat. Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti "selamat menghadapi bahaya".Bahaya yang dimaksud merupakan agresi tentara Tar-tar yg hendak menghukum Raja Jawa. Seharusnya yang dieksekusi adalah Kartanegara, karena Kartanegara sudah meninggal terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu sang tentara Tar-tar itu.Setelah mengalahkan Jayakatwang, orang Tar-tar itu merampas mal & puluhan gadis-gadis anggun buat dibawa ke Tiongkok.Raden Wijaya nir terima diperlakukan seperti itu. Dengan siasat yg jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-tar di pelabuhan Ujung Galuh sampai mereka menyingkir kembali ke Tiongkok.

Selanjutnya, dari hari insiden kemenangan Raden Wijaya inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya.

Surabaya tampaknya sudah ditakdirkan untuk terus baergolak. Tanggal 10 November 1945 merupakan bukti jati diri masyarakat Surabaya yaitu berani menghadapi bahaya serangan Inggris dan Belanda.

Di zaman sekarang, selesainya ratusan tahun dari cerita berasal usul Surabaya tersebut, ternyata pertarungan memperebutkan daerah air dan darat terus berlanjut. Di kala demam isu penghujan tiba kadangkala banjir menguasai kota Surabaya. Pada isu terkini kemarau kadangkala tempat-tempat genangan air menjadi daratan kering.Itulah Surabaya.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar