5 Informasi Pembangkit Listrik Energi Sampah Surabaya Yang Merdeka.com

PLTSa Surabaya. ©2020 Merdeka.com/indonesia.go.id

Merdeka.com - Surabaya berfokus memberitahuakn tekadnya untuk menciptakan kota yang ramah lingkungan. Taman-taman kota dibangun dan terus dioptimalkan manfaatnya. Komunitas-komunitas peduli lingkungan rajin berkecimpung mempromosikan pentingnya hidup berdampingan menggunakan alam.

Pemerintah dan masyarakat bersinergi hadir menjadi solusi bagi konflik-pertarungan lingkungan pada Surabaya. Salah satu upaya kreatif yang patut dicontoh wilayah-daerah lain merupakan eksistensi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Surabaya. PLTSa ini dibangun pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya.

Kunjungan Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama di Surabaya (27/2) salahsatunya membahas perkara sampah. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bahkan siap menghibahkan pengelolaan sampah di Surabaya pada pemerintah Bali. Adi menimpalinya menggunakan pujian. Menurutnya, perkembangan Surabaya pada bidang pengelolaan sampah & penghijauan sangat pesat.

2 dari 6 halamanIde Kreatif dari Pemerintah Kota

2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Pembangunan PLTSa sejak awal melibatkan kiprah sentral Pemerintah Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya melirik peluang pengolahan sampah menjadi energi listrik seperti yang dilakukan negara-negara maju. Gagasan itu akhirnya diwujudkan menggunakan menggandeng pihak kedua pemenang tender, yaitu PT Sumber Organik.

3 berdasarkan 6 halamanPLTSa Pertama dan Terbesar di Indonesia

2020 Merdeka.com/indonesia.go.id

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada TPA Benowo Surabaya merupakan PLTSa pertama sekaligus terbesar di Indonesia. PLTSa Benowo dibangun di atas lahan seluas 37,4 hektare. Setiap harinya sebesar 1.300 hingga 1.500 ton sampah diolah pada PLTSa ini.

PLTSa Benowo Surabaya menjadi model bagi kota-kota lain buat menangani kasus sampah. Produksi sampah yang melimpah sanggup diubah menjadi sumber daya lain yg berguna. Bahkan, eksistensi PLTSa Benowo menambah pemasukan bagi kas Pemkot Surabaya.

4 menurut 6 halamanMengolah 95% Sampah Kota

South China Morning Post

PLTSa Surabaya sanggup memasak 95% sampah yang dihasilkan pada semua Kota Surabaya. Pasalanya, dalam kegiatan operasionalnya, PLTSa ini bisa memasak hampir semua jenis sampah. PLTSa Benowo sanggup mengolah sampah organik maupun non-organik. Pihak pengelola hanya perlu memilah sampah-sampah misalnya kaca dan besi supaya nir mengotori tungku pembakaran.

5 dari 6 halamanMemanfaatkan Teknologi berdasarkan China

2020 Merdeka.com/gasifikasi-biomassa.tp.ugm.ac.id

PLTSa Benowo Surabaya memanfaatkan teknologi Gasifikasi Power Plant berasal China. Gasifikasi adalah proses pembakaran atau mengubah sesuatu sebagai arang.

Namun pembakaran dalam gasifikasi hanya memerlukan sedikit oksigen. Uap panas yg didapatkan berdasarkan proses gasifikasi itulah yang dipakai menjadi tenaga listrik.

6 menurut 6 halamanMenambah Pemasukan Daerah

Pemerintah Kota Surabaya berafiliasi menggunakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait energi listrik yang dihasilkan sang PLTSa Benowo. PLTSa Benowo menghasilkan listrik lebih kurang 12 Mega Watt. Dari total itu, sebesar 9 Mega Watt dijual ke PLN. Sementara 3 Mega Watt buat memenuhi kebutuhan operasional PLTSa.

Pengelolaan PLTSa Benowo dilakukan sang perusahaan pemenang tender, yakni PT Sumber Organik. Perusahaan ini membayar sewa tanah dan set lainnya menggunakan nilai Rp tiga miliar pertahun. Nilai sewa ini akan meningkat setiap tahunnya sinkron perjanjian pihak Pemkot Surabaya dengan PT Sumber Organik.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar